- Index
Rabu, 03 Des 2025 13:09 WIB
JAKARTA, Vibrasi.co – Banjir bandang yang menerjang tiga provinsi di Sumatera. Menelan korban jiwa 753 meninggal dunia, 650 orang dinyatakan hilang dan 2.600 orang mengalami luka-luka. Di Aceh, korban meninggal sebanyak 218 orang dan 227 korban hilang orang. Kemudian di Sumut, korban meninggal 301 orang dan korban hilang 163 orang. Di Sumbar, tercatat korban meninggal sebanyak 234 orang dan 260 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Gerakan Peduli Sumatera menggema di tengah masyarakat.
Sementara itu korban luka-luka dalam bencana ini mencapai 2.600 orang di tiga provinsi tersebut. Jumlah total warga terdampak banjir besar di Aceh, Sumut, dan Sumbar tembus 3,3 juta jiwa. Tak hanya di tanah air, tragedi kemanusiaan dan genosida masih menimpa rakyat Palestina telah berlangsung selama 2 tahun lebih.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap peristiwa tersebut Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar Wakaf Fun Run (Waqf Run) 2025 yang diikuti 2.500 peserta dalam rangka penggalangan donasi untuk korban tragedi kemanusiaan di Palestina dan korban bencana di Sumatera. Waqf Run bertema “Berlari, Berwakaf, Peduli Palestina” ini digelar pada Minggu, 14 Desember 2025 pukul 06.00-09.00 di GBK Senayan Jakarta.
Ketua Panitia Wakaf Fun Run 2025, Wahyu Muryadi mengatakan, Waqf Run sebuah event fun run yang dihadirkan BWI dalam rangka meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam wakaf. Setelah sukses diadakan pertama pada tahun 2024, Waqf Run kembali hadir di 2025.
“Waqf Run lebih dari sekadar berlari, tetapi juga sekaligus memberi arti, melalui wakaf yang manfaatnya akan abadi. Tahun ini, kami membawa spirit kemanusiaan dan mengusung tema: Berlari, Berwakaf, peduli Palestina,” kata Wahyu di kantor BWI, Senin (1/12/2025).
Wahyu mengatakan bahwa BWI siap menghadirkan kejutan yang lebih menantang, lebih menyenangkan dan lebih memacu semangat dalam Waqf Run 2025. Menurutnya, Waqf Run bisa menjadi gaya hidup yang menggabungkan antara perayaan hidup sehat dengan misi memberikan makna untuk sesama.
Wahyu menambahkan bahwa berlari bukan hanya tentang kecepatan dan kesehatan, tapi sekaligus peduli pada nasib dan masa depan Palestina lewat gerakan wakaf.
“BWI mengajak masyarakat untuk jadi bagian dari sejarah Waqf Run 2025, mari rasakan atmosfer event berlari paling berkesan dan penuh makna di Indonesia. Siapkan langkahmu, tantang dirimu, dan mari kita berlari Bersama,” ujar Wahyu.
BWI menilai bahwa Waqf Run adalah terobosan penting dalam menggalakkan literasi wakaf dan zakat, sekaligus sebuah inovasi untuk mengajak masyarakat berkontribusi wakaf melalui cara yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.
Wahyu menerangkan bahwa wakaf adalah instrumen besar untuk kesejahteraan umat. Sebab potensi wakaf sangat besar dan hasil wakaf produktif sangat bisa digunakan untuk berbagai program pengentasan kemiskinan.
“Maka kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Waqf Run 2025, acara ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga kesempatan untuk berbagi keberkahan melalui wakaf, dengan berlari, kita tidak hanya menjaga kesehatan tetapi juga memperkuat solidaritas sosial,” ujarnya.
Donasi Untuk Sumatera
Meluasnya bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatera memunculkan seruan solidaritas nasional untuk menguatkan para penyintas yang kini menghadapi kondisi darurat. Berbagai lembaga kemanusiaan mengajak masyarakat bergotong royong memberikan dukungan moril maupun aksi nyata, di tengah meningkatnya kebutuhan bantuan serta tingginya jumlah warga yang terdampak.
Di momen Waqf Run 2025, Wahyu mengatakan, BWI akan bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk menyalurkan donasi kepada masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera.
“Jadi ajang Waqf Run 2025 juga dimanfaatkan untuk menggalang solidaritas untuk korban bencana di Sumatera,” ujar Wahyu.
Dalam acara Waqf Run 2025, BWI menargetkan peserta sebanyak 2.500 orang dari berbagai kalangan. BWI berharap Waqf Run 2025 bisa menjadi momentum penting untuk memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan umat.