Di Halaqah Pesantren, Kiai Jogja Titip Penguatan Karakter Santri

-
Jumat, 28 Nov 2025 10:21 WIB

No Comments

IMG-20251127-WA0089

JAKARTA, Vibrasi.co — Kementerian Agama RI menggelar Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (27/11). Forum ini membahas tentang transformasi pesantren untuk penguatan karakter santri. Forum strategis yang mempertemukan akademisi, kiai, nyai, habib, pengasuh pesantren, dan pimpinan perguruan tinggi Islam. Harapannya menjadi ajang penghimpunan gagasan substantif sebagai fondasi pembentukan Ditjen Pesantren.

Mewakili Menteri Agama, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam, Sahiron membuka halaqah sekaligus membawa kabar penting. Presiden RI telah menyetujui pendirian Direktorat Jenderal Pesantren. Harapannya bisa memperkuat karakter santri.

“Kita patut bersyukur bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren sudah mendapat restu Presiden. Kini saatnya kita menyusun arah besar kelembagaan ini bersama para pemangku kepesantrenan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa halaqah itu bukan sekadar seremoni. Melainkan sarana menyerap pandangan substantif para kiai dan nyai. “Kita ingin mendengarkan langsung. Ketika Direktorat Jenderal Pesantren nanti resmi berdiri, apa yang paling urgen? Ini momentum menentukan,” katanya.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, para tokoh pesantren menekankan beberapa isu strategis. Bahasan itu akan menjadi bekal penyusunan roadmap transformasi pesantren di Ditjen Pesantren.

Prof. Sahiron mengingatkan bahwa sistem AI menyerap pengetahuan dari konten yang tersedia di internet. Karena itu, pesantren harus hadir secara aktif agar nilai-nilai Islam yang moderat, santun, dan beradab menjadi referensi utama.

“Jika ruang digital banyak kelompok berwawasan keras, maka AI pun akan memantulkan nilai keras. Karena itu para kiai, ustaz, dan santri harus masuk, mengisi, dan mengarahkan,” tegasnya.

Para kiai menekankan bahwa sistem pendidikan pesantren telah terbukti melahirkan generasi beradab, rendah hati, serta tahan banting. Tradisi tersebut harus menjadi kerangka utama penyusunan kebijakan Ditjen Pesantren. “Alumni pesantren punya peran untuk memimpin negara. Fondasinya ada di pendidikan adab dan kitab kuning,” ujar Prof. Sahiron.

Kepemimpinan santri yang adaptif, berpengetahuan luas, peduli lingkungan dan HAM

KH. Drs. M. Syakir Ali menekankan bahwa santri ideal adalah pemimpin masa depan yang merangkul ilmu agama dan pengetahuan umum sekaligus. “Orang pesantren harus jadi pemimpin yang rendah hati, berwawasan luas, ramah terhadap anak, peduli lingkungan, serta menjunjung kemanusiaan,” paparnya. Ia juga mendorong penguatan kecerdasan holistik: IQ, EQ, SQ, dan kecerdasan digital.

Sementara, KH. Dr. Hilmy Muhammad meminta pesantren membuka ruang kajian yang bersentuhan dengan problem modern, agar santri tetap relevan di tengah perubahan zaman dan tidak memosisikan teknologi sebagai ancaman.

“Lingkungan pesantren itu damai. Dari tempat sejuk inilah santri harus dibimbing agar mampu bicara di panggung publik sambil tetap membawa nilai akhlak,” ujarnya. Ia menambahkan pentingnya perhatian pemerintah dan alumni terhadap kelayakan fasilitas dan infrastruktur pesantren.

 

UIN Sunan Kalijaga Dukung 100 Persen Pembentukan Ditjen Pesantren

Rektor UIN Sunan Kalijaga menegaskan dukungan penuh kampusnya.
“UIN Sunan Kalijaga mendukung seratus persen pendirian Direktorat Jenderal Pesantren. Pesantren adalah pilar utama pendidikan Islam dan penopang karakter kebangsaan sejak masa perjuangan,” ujarnya.

Rektor mengingatkan bahwa pesantren tidak hanya penjaga tradisi keilmuan Islam. Tetapi juga benteng kebangsaan yang sejak dulu berkontribusi pada perjuangan dan kemerdekaan Indonesia.

Halaqah ini meneguhkan komitmen pemerintah dan komunitas pesantren dalam merumuskan arah kelembagaan baru yang lebih kuat, strategis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Semua masukan akan menjadi bahan penyusunan desain kelembagaan Ditjen Pesantren. Menjadi tonggak baru dalam penguatan pendidikan pesantren di Indonesia.

Share :

Posted in

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklanIKN

Berita Terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terpopuler

Share :