- News
Kamis, 27 Nov 2025 09:42 WIB
JAKARTA – Vibrasi.co, Puncak Natal Kementerian Agama 2025 rencananya berlangsung pada 29 Desember 2025 di Jakarta. Bertajuk Natal Bersama 2025. Perayaan ini merupakan puncak rangkaian safari Natal yang telah terselenggara sejak November dan mengundang umat Kristiani, pejabat Kemenag, serta tokoh lintas agama.
Kegiatan secara luring dan daring itu juga akan melibatkan para pejabat Kemenag Kristiani, Pembimas, Penyuluh, guru agama, maupun pegawai Kristiani seluruh Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penyelenggaraan Natal Bersama Kementerian Agama tahun ini sebagai ruang kebersamaan bagi umat Kristiani. Baik Kristen dan Katolik, yang selama ini merayakan ibadah secara terpisah. Menurutnya, penyatuan ruang perayaan dapat memperkuat relasi persaudaraan tanpa mencampuradukkan ritual keagamaan.
“Selama ini saya melihat umat Katolik dan Kristen menyelenggarakan perayaan secara sendiri-sendiri. Kenapa enggak menjadi satu kesatuan supaya nanti kaumnya bisa terasa lebih kebersamaan,” ujar Menag di Surabaya, Rabu (26/11/2025). Penyatuan itu lewat Natal Bersama Kemenag 2025.
Ia menekankan bahwa kebersamaan tersebut tidak berarti umat beragama lain ikut serta dalam prosesi ibadah. “Jadi Natal bersama bukan semuanya nanti kita akan ikut bareng-bareng di situ. Kita sudah ada petunjuk dari Majlis Ulama, dalam bidang apa kita harus join, dan dalam bidang apa kita harus berpisah. Jadi tidak ada masuk-masuk kita itu untuk melakukan ritual keagamaan bareng. Itu tidak,” jelas Menag.
Ia mencontohkan suasana Lebaran di mana umat beragama lain hadir untuk bersilaturahmi meski tidak ikut dalam ritual shalat Id. “Lebaran kan kita juga mengundang teman-teman beragama lain. Jadi kebersamaan ini harus tercipta,” sambungnya.
Rangkaian perayaan puncak Natal Kemenag 2025 akan seperti ibadah oikoumene (ibadah inter denominasi). Agenda mempertemukan umat Kristen dan Katolik dalam satu ruang yang sama. Ada sesi liturgi yang inklusif dan menghormati tradisi kedua komunitas. Setelah rangkaian ibadah usai, Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama para tokoh agama lain bergabung untuk mengikuti sesi perayaan bersama.
Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa format ibadah bersama ini menjadi simbol persatuan iman dalam kerukunan nasional. “Ibadah bersama Kristen dan Katolik ini menggambarkan semangat persaudaraan yang mengatasi batas denominasi. Kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan tradisi bukanlah jarak, melainkan kekayaan iman yang dapat dirayakan bersama,” ujarnya.
Sementara Dirjen Bimas Katolik Suparman menambahkan bahwa penyelenggaraan Natal Kemenag merupakan bentuk pemenuhan hak beragama. Khususnya bagi seluruh pegawai dan masyarakat yang menjadi bagian dari kementerian ini.
“Kemenag memiliki pegawai Kristen dan Katolik dari pusat sampai daerah. Mereka berhak merayakan ibadah agamanya bersama keluarga dan komunitasnya,” jelasnya.
Puncak Natal akan turut mengundang pimpinan aras gereja nasional, antara lain Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Gereja Bala Keselamatan, Gereja Advent, Persekutuan Baptis Indonesia, Gereja Ortodoks Indonesia, dan Persekutuan Gereja Tionghoa Indonesia. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan terhadap penguatan persaudaraan lintas gereja sekaligus kontribusi bagi penguatan kerukunan nasional.
Rangkaian Natal Kemenag sendiri telah berjalan sejak 23 November 2025 melalui launching kegiatan Natal dan Jalan Sehat Lintas Agama di Jakarta. Kemudian ada safari Natal di Surabaya, Manado, Sorong, dan Bandung. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seminar, ibadah, aksi sosial, refleksi Natal, peluncuran buku Ekoteologi, peluncuran Kurikulum Cinta untuk Sekolah Teologi Kristen, serta sejumlah agenda lintas iman yang mengangkat pesan kasih, damai, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Puncak perayaan menghadirkan paduan suara gereja, refleksi Natal, sambutan tokoh agama, serta pesan kerukunan dari Menteri Agama.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan merupakan bentuk kehadiran negara yang memuliakan seluruh umat beragama. Ia berharap Natal Kemenag dapat menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat harmoni antar pemeluk agama dalam bingkai kebinekaan Indonesia.
“Kemenag harap, momen Natal bisa jadi ruang perjumpaan umat Kristiani dan masyarakat lintas iman untuk merawat harmoni dan memperkuat kerukunan bangsa dengan tetap saling menghargai keyakinan dan ibadah masing-masing,” ujarnya.
“Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik tengah mencari tempat terbaik untuk momen ini sesuai dengan kapasitas undangan yang akan hadir,” sambungnya.
Perayaan Natal Nasional Kemenag 2025 berupaya memancarkan pesan damai, persaudaraan, dan cinta kasih bagi seluruh anak bangsa. Sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam merawat kerukunan dan keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Posted in News