- News
Selasa, 25 Nov 2025 23:15 WIB
JAKARTA, Vibrasi.co – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan tindakan tegas terhadap masuknya 250 ton beras impor ilegal dari Thailand melalui Sabang, Aceh. emerintah secara resmi menyegel gudang PT Multazam Sabang Group (MSG). Penyegelan oleh petugas lintas instansi untuk menegakkan regulasi. PT MSG itu adalah perusahaan yang melakukan impor beras ilegal tanpa izin pemerintah pusat.
Mentan Amran menjelaskan bahwa laporan ia terima pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah melakukan penelusuran, Amran segera berkoordinasi dengan Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam. Tujuannya untuk menghentikan aktivitas di lokasi. Pemerintah kemudian memerintahkan penyegelan dan memastikan beras tidak keluar. Impor beras ilegal tersebut tidak sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak ada impor beras lagi.
“Sekitar jam 2 kami terima laporan bahwasannya ada beras masuk di Sabang, itu 250 ton tanpa izin dari pusat, tanpa persetujuan pusat. Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam. Langsung segel. Ini berasnya, kami perintahkan tidak boleh keluar,” kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (23/11/2025).
Mentan Amran menegaskan upaya di lapangan tidak berhenti pada penyegelan. Tetapi juga instruksi untuk menelusuri pihak yang terlibat dalam masuknya beras impor ilegal tersebut. “Bahwa itu kita segel dan kami minta telusuri siapa pelaku-pelakunya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan indikasi adanya perencanaan impor yang dilakukan tanpa dasar persetujuan pemerintah. “Rapatnya tanggal 14 di Jakarta, tetapi izinnya dari Thailand sudah keluar. Berarti ini sudah terencana, memang sudah terencana,” kata Mentan Amran.
Menteri Amran menekankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tidak membuka keran impor karena stok nasional mencukupi, pernah menyentuh angka 4,2 juta ton dan saat ini sekitar 3,8 juta ton.
“Perintah Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa tidak boleh impor karena stok kita banyak,” tegasnya.
Selain penyegelan di Sabang, Mentan Amran menerima laporan awal terkait dugaan pemasukan beras di lokasi lain. “Kami bergerak cepat dan menyegel, tidak mengeluarkan beras yang masuk ke Indonesia, ke Sabang. Bahkan kami dapatkan juga laporan, dugaan di Batam ada yang masuk. Tetapi itu belum bisa kami pastikan,” ungkapnya.
Posted in News