- Ekonomi
Sabtu, 15 Nov 2025 09:47 WIB
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menjalin kerja sama dengan Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi) dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah nasional. Kolaborasi ini mendukung target Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Imam Hartono, menegaskan bahwa media berperan penting dalam meningkatkan literasi publik dan membangun narasi yang kredibel mengenai ekonomi syariah.
“Bank Indonesia juga mengajak Forjukafi untuk lebih mengimplementasikan dan menyebarluaskan sistem ekonomi syariah, agar semakin berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar di Indonesia,” ujar Imam Hartono dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah Bagi Jurnalis se-Jabodetabek Tahun 2025 di Jakarta, pada Jumat (14/11/2025).
Imam mengatakan, sinergi antara BI dan Forjukafi melalui kegiatan ToT tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat narasi ekonomi syariah. “Kita jadikan ToT ini sebagai momentum untuk bersama-sama membangun narasi ekonomi syariah yang lebih kuat, lebih dekat dengan masyarakat, dan lebih berdampak nyata bagi kesejahteraan bangsa,” katanya.
Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga ekonomi syariah dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi. BI menilai peningkatan peringkat memerlukan dukungan informasi yang tepat, edukasi masyarakat, serta penguatan ekosistem halal juga instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Forjukafi sebagai mitra strategis BI memiliki peran yang signifikan untuk memperkuat ekonomi syariah lewat narasi positif dalam pemberitaannya. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan informasi yang tepercaya dan kredibel.
Seperti yang diungkap Ketua Umum Forjukafi, Wahyu Muryadi bahwa media memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan. “Kami percaya bahwa melalui pemberitaan yang akurat, transparan, dan edukatif, jurnalis dapat meningkatkan literasi ekonomi syariah dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya wakaf, zakat, dan produk halal dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Wahyu dalam kesempatan yang sama.
Menurut dia, isu-isu yang menyangkut ekonomi syariah itu tidak hanya penting, tetapi juga dapat menarik. “News value atau nilai beritanya digali dan dipertajam lagi, dengan angle yang menarik, dan yang terpenting adalah untuk disebarkan karena dapat memberikan impact yang luar biasa bagi kesejahteraan umat manusia, termasuk umat Muslim di Indonesia,” katanya.
Wahyu pun menyampaikan komitmen Forjukafi untuk membantu dalam memperluas pemahaman publik lewat pemberitaan yang terkait dengan isu-isu ekonomi syariah.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan dapat mendorong pencapaian target nasional, sekaligus memberikan manfaat luas bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, Indonesia memiliki tekad untuk menjadi pusat ekonomi syariah (eksyar) dunia pada 2029.
Posted in Ekonomi