Catat TPV Hingga Rp 40,5 Triliun, Bukalapak Tetap Rugi Rp 1 Triliun di Kuartal I 2023

-
Sabtu, 29 Apr 2023 13:53 WIB

No Comments

bukalapak

Jakarta, Vibrasi.co–PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan rugi bersih senilai Rp1 triliun pada kuartal I 2023 atau turun dari laba bersih senilai Rp14,59 triliun di kuartal I 2022. 
Hal itu seiring dengan kerugian operasional yang dibukukan Bukalapak sebesar Rp1,17 triliun pada kuartal I 2023 atau mengalami penurunan secara tahunan. 
“Penurunan tersebut terutama karena di kuartal I 2022, perseroan mendapatkan laba yang substansial dari laba nilai investasi di PT Allo Bank Tbk,” kata Corporate Secretary Bukalapak Teddy Oetomo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu. 
Meskipun merugi, Total Processing Value (TPV) Bukalapak selama kuartal I 2023 justru tumbuh sebesar 19 persen menjadi Rp40,5 triliun, didorong oleh pertumbuhan secara tahunan dari Marketplace dan TPV specialty verticals.
 
TPV merupakan akumulasi atau total transaksi yang terjadi di sebuah marketplace. TVP dihitung dari transaksi yang benar-benar terjadi berdasarkan sistem transaksi yang terjadi antara pembeli dan pemilik lapak e- comerce.
 
Sebanyak 72 persen dark TPV perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, dimana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. 
TPV mitra Bukalapak pada kuartal I 2023 juga naik sebesar 9 persen secara tahunan menjadi Rp18,7 triliun. 
“Pertumbuhan mitra utamanya didukung oleh ekspansi varian produk, dimana pertumbuhannya mencapai 10 persen secara tahunan untuk TPV produk-produk fisik dan tumbuh sebesar 8 persen untuk TPV produk-produk virtual dan layanan finansial,” imbuh Teddy. 
Pada akhir Maret 2023, jumlah mitra yang telah terdaftar mencapai 16,8 juta, meningkat dari 16,1 juta pada akhir Desember 2022. 
Pendapatan Bukalapak pada kuartal I 2023 tumbuh sebesar 28 persen secara tahunan menjadi Rp1 triliun, sementara pendapatan mitra Bukalapak pada kuartal I 2023 meningkat sebesar 9 persen year on year menjadi Rp 515 miliar. 
Marketplace menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan peningkatan pendapatan sebesar 77 persen dibandingkan kuartal I 2022 menjadi Rp517 miliar, didorong oleh specialty verticals dengan take rate yang lebih tinggi,” katanya. 
​​Perseroan terus fokus pada strateginya untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik. 
Pada periode kuartal I 2023, rasio beban umum dan administrasi yang tidak termasuk kompensasi berbasis saham terhadap TPV membaik menjadi -0,8 persen dibandingkan dengan -1 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Share :

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

egypt air banner

Berita Terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terpopuler

Share :