- Index
Kamis, 11 Apr 2024 11:36 WIB
Jakarta, Vibrasi.co–Usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Prabowo-Gibran sebagai pemenang Pilpres 2024, Prabowo tampak rajin sowan ke sejumlah tokoh.
Prabowo bahkan sudah menemui Ketum Partai Nasdem Surya Paloh hanya beberapa hari setelah KPU mengumumkan kemenangannya. Padahal, Surya Paloh adalah ketum partai yang menjadi lawannya dalam kontestasi pilpres.
Selain Surya Paloh, Prabowo juga telah menemui Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat.
Setelah peristiwa tersebut, beredar desas desus bahwa Prabowo berupaya juga untuk Ketum PDIP Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, diketahui dua kali menyambangi kediaman Megawati di Teuku Umar, Jakarta Pusat, di hari pertama lebaran, (10/4/2024).
Pertama, Rosan datang ke Teuku Umar pada pagi hari pukul 10.40 WIB. Namun ia kemudian keluar rumah kurang dari lima belas menit setelah berada di dalam.
Selanjutnya pada pukul 15.30 Rosan kembali datang ke Teuku Umar. Seperti pagi hari, Rosan juga tidak lama di dalam, ia bahkan hanya kurang dari lima menit di dalam lalu kembali beranjak pergi.
Rosan tidak memberikan keterangan apapun soal kedatangannya ke Teuku Umar. Ia hanya melambaikan tangan dan melempar senyum kepada awak media yang menunggunya.
Kedatangan Rosan ke kediaman Megawati oleh sejumlah kalangan sebagai sinyal bahwa Prabowo sedang berupaya meminta waktu bertemu Megawati.
Pertemuan Prabowo dan Megawati bakal menjadi pertemuan penting, lantaran sampai detik ini, Megawati pun belum pernah bertemu dengan Jokowi sejak keduanya berpisah jalan dalam kontestasi pilpres.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani tak membawa pesan khusus dari calon presiden terpilih Prabowo Subianto.
Ia mengaku kedatangan Rosan ke kediaman Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri murni untuk silaturahim dalam rangka Idul Fitri 1445 Hijriah.
“Tidak ada. Jadi, ini murni silaturahim dalam rangka Idul Fitri, saling maaf-memaafkan, dan tidak ada yang terkait dengan politik kekuasaan,” ujar Hasto, Rabu (10/4/2024).