- Ekonomi
Senin, 08 Apr 2024 05:56 WIB
Jakarta, Vibrasi.co–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan kebutuhan ikan menjelang lebaran meningkat 10-20% di sejumlah daerah. Peningkatan terjadi di Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Hal itu tersebut lantaran adanya tradisi mengonsumsi olahan ikan seperti halnya di Lampung dan Sumatera Selatan yang biasa mengonsumsi olahan ikan yakni pempek ikan pada saat Idul Fitri.
Berbeda dengan Sumatera Selatan, lanjut dia, peningkatan konsumsi makan ikan juga meningkat di Jawa Tengah, yakni olahan ikan bandeng presto. Olahan ini biasanya dapat menjadi oleh-oleh bagi pemudik.
“Sehingga terjadi kenaikan permintaan pempek ikan mencapai 2 kali lipat pada saat Lebaran yang berimbas pada kenaikan permintaan bahan baku pempek, berupa surimi (daging ikan yang dilumatkan) dari ikan gabus dan ikan tenggiri,” ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Budi Sulistiyo melalui keterangan resmi, Minggu (7/4/2024).
Budi juga mengungkapkan, stok ikan menjelang lebaran aman. Ia menyebut, stok ikan saat ini di 339 ruang penyimpanan berpendingin (cold storage) hingga Maret 2024 tercatat sebesar 68.039 ton.
“Tidak usah kuatir tidak bisa berlebaran dengan ikan karena stoknya aman,” ujarnya pula.
Adapun stok tersebut terdiri dari ikan cakalang 16.513 ton (24,27), tuna 9.014 ton (13,25%), cumi-cumi 7.011 ton (10,3 %), dan udang 6.143 ton (9,03%).
Sedangkan dari segi wilayah, stok ikan terbanyak berada di DKI Jakarta sebesar 23,26 ribu ton (34,19 persen). Lalu Jawa Timur 16,21 ribu ton (23,82%), Jawa Tengah 7,08 ribu ton (10,40%), dan Sumatera Utara 4,91 ribu ton (7,21%).