- Index
Minggu, 07 Apr 2024 02:05 WIB
Jakarta, Vibrasi.co–Aparat TNI terpaksa mengambil tegas dengan menembak mati salah satu pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB) Abubakar Kogoya, pada Kamis (4/4/2024) di Mimika, Papua.
Abu Bakar Kogoya tewas bersama rekannya, Demianus Magay, setelah melalui aksi baku tembak di sekitar Kali Kabur, Mile 69 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.
“Kedua Anggota KKB aktif itu dinyatakan meninggal dunia usai dilakukan penegakan hukum oleh satgas Ops Damai Cartenz di sekitar Kali Kabur, Mile 69 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika,” ucap Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno,
Lebih lanjut, Bayu menyebutkan, peristiwa berawal dari terdengarnya bunyi letusan senjata di Area Mile 69 Kali Kuluk Tembagapura. Suara letusan itu menimbulkan kepanikan para pendulang emas non karyawan atau masyarakat setempat. Warga berlari ke arah Utikini.
Selanjutnya, aparat gabungan TNI-Polri segera merespons laporan tersebut dengan mendatangi lokasi. Sampai di lokasi aparat gabungan yang terdiri terdiri dari Satgas Nanggala Damai Cartenz TNI-Polri dan KOOPS HABEMA disambut tembakan, sehingga aparat membalas.
“Pasca kontak tembak, di temukan 2 orang korban jiwa di pihak KKB Papua, yakini Abubakar Kogoya dan Demianus Magay. Sedangkan barang buktinya adalah sepucuk pistol,” jelasnya.
“Sementara dari pihak aparat gabungan TNI-Polri tidak ada korban jiwa,” tegas Bayu.
Abu Bakar Kogoya merupakan salah satu pentolan KKB yang kerap melakukan aksi kriminal. Berikut deretan aksi kriminal di mana ia terlibat di dalamnya :
21 Oktober 2017
Pada 21 Oktober 2017 Abubakar terlibat dalam penembakan terhadap 2 orang anggota Brimob. bernama Bharada Almin dan Brigadir Mufadol di Mile 69 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
14 November 2017
Aksi berikutnya adalah penembakan terhadap mobil LWB nomor lambung 01-4887 yang sedang berpatroli di Mimika. Atas peristiwa itu, Polres Mimika menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Abubakar Kogoya.
30 Maret 2020
Lalu, pada 30 Maret 2020, Abubakar menyerang Gedung OB-1 Alun-alun Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Serangan ini berakibat 1 orang WNA bernama Graeme Thomas Wall meninggal dunia dan 2 orang karyawan perusahaan mengalami luka tembak.