- Index
Jumat, 05 Apr 2024 15:13 WIB
Jakarta, Vibrasi.co–Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunung Kidul menyatakan akan melakukan pendekatan dan edukasi kepada tokoh masyarakat Jemaah Aolia, Gunung Kidul, Yogyakarta. Hal ini terkait informasi bahwa Jamaah Aolia sudah melaksanakan Sholat Ied pada Jumat pagi, (5/5/20224).
Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Sya’ban Nuroni mengaku bakal mengambil langkah persuasif untuk melakukan edukasi kepada
“Ada sesuatu permasalahan, dalam agama Islam tentunya kita melakukan pendekatan kepada tokoh agama, agar pengamalan keyakinan,” kata Sya’ban, Jumat (5/5/2024), di Yogyakarta.
Sya’ban juga tidak ingin persoalan perbedaan ini kemudian menjadi persoalan di kemudian hari. Sehingga pihaknya mengedukasi sebaik mungkin.
“Agar tidak menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat,” kata Sya’ban.
BACA BERITA LAINNYA : Daftar 7 Jalan Tol Fungsional yang Mulai Beroperasi Hari ini
Dia mengatakan, pendampingan akan memberikan edukasi kepada jemaah, untuk mengikuti organisasi keagamaan pada umumnya atau pemerintah. Pihaknya mengaku sudah mendatangi beberapa kelompok Jemaah Masjid Aolia.
Sya’ban sendiri mengakui, perbedaan hari lebaran hingga 5-6 hari oleh Jamaah Aolia ini tidak lazim.
“Kalau ini kan tidak lazim, kalau satu atau dua hari biasa (perbedaan penentuan Hari Raya), kalau ini kan lima hari tidak lazim,” kata dia.
Sebelumnya, beredar di media sosial video sekelompok jamaah yang sudah melaksanakan Sholat Ied pada Jumat pagi (5/5/2024). Kelompok jamaah ini dikenal dengan sebutan Jamaah Aolia yang berlokasi di Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Kelompok ini menyebut beraliran ahlu sunnah wa jamaah dengan pemimpin spritual bernama Kiai Haji Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranowo atau Mbah Benu. Mbah Benu bahkan memimpin langsung jamaahnya untuk Sholat Ied pada hari ini.
Menurut keyakinan para muridnya, Mbah Benu merupakan tokoh yang memiliki ilmu Laduni. Yakni kemampuan untuk menerima pengetahuan secara rahasia, langsung diilhamkan ke dalam hati oleh Allah SWT.
Meski melaksanakan Ied hari ini, Jamaah Aolia tidak mengumandangkan takbir dan juga tidak berhalal bihalal. Sehabis Sholat Ied mereka pulang dan bersiap untuk sholat Jumat.