Jadi Biang Macet, Begini Saran Pemerhati Soal Desain Rest Area

-
Kamis, 04 Apr 2024 21:20 WIB

No Comments

agus pambgyo

Jakarta, Vibrasi.co–Rest area kerap menjadi biang macet di saat volume kendaraan di jalan tol meningkat terutama di saat arus mudik dan balik lebaran. Pemeharti Kebijakan Publik, Agus Pambagio menyarankan supaya desain rest area diubah agar tidak selalu menjadi biang macet.

“Saya sudah katakan ini sejak 15 tahun lalu, bahwa desain rest area kita itu harus dirubah. Jika desainnya masih begitu terus, pasti akan selalu membuat macet,” papar Agus kepada Vibrasi.cco, di Jakarta, Rabu (3/4/2024).

Menurut Agus, umumnya desain rest area tol di Indonesia melingkar dan masuk ke dalam. Menurutnya, sampai kapanpun itu akan menyebabkan macet, karena berputar-berputar di dalam.

Agus juga mencontohkan rest area di negara maju yang tidak berada di pinggir jalan. Tetapi masuk ke dalam ke suatu wilayah sehingga tidak menyebabkan antrean.

Selanjutnya kata Agus, tempat parkirnya juga berada di depan. Lalu pengendara mobil berjalan ke belakang menuju tempat istirahat. 

“Kalau ini kan tidak, ada di pinggir jalan, lalu parkirannya juga di depan outlet sehingga kendaraan yang parkir juga menumpuk. Kalau di luar negeri, ada kawasan parkir di depan, sehingga orang yang mau istirahat harus turun dan berjalan kaki ke dalam kawasan rest area,” jelas Agus.

“Jadi tidak ada mobil yang berputar-putar di dalam rest area,” tandas Agus.

Selain desain, berbagai fasilitas di rest area juga harus ditingkatkan. Salah satunya toilet, Agus mengatakan, toilet wanita harus tiga atau empat kali lebih banyak daripada toilet pria.

 

“Karena wanita itu membutuhkan lebih waktu lebih lama di toilet, sehingga harus tersedia toilet lebih banyak agar mereka tidak tersiksa dengan antrean panjang,” jelas Agus.

Ia menyatakan, sampai kapanpun jika desain rest area di tol masih demikian maka, pasti akan terjadi kemacetan atau penumpukan.

“Mau di batasi 30 menit misalnya, mana bisa kita membatasi waktu orang di rest area?” tanyanya.

“Sudah sejak lama saya bicara begini. Tapi setiap ada pembangunan rest area, desainnya masih sama,” sambung Agus.

BACA JUGA : Begini Rekayasa Rest Area Jasa Marga untuk Hindari Penumpukan Kendaraan

Meski begitu, Agus mengakui ada rest area yang ideal, yakni Rest Area KM 456 di Tol Semarang-Solo. 

“Rest Area ini bagus, karena desainnya lurus bersisian dengan jalan tol sehingga tidak terjadi antrean ketika kendaraan ini masuk rest area. Rest area ini juga tersambung dari dua sisi jalan tol sehingga pengendara bisa berpindah tempat meski kendaraannya ada di sisi yang berlainan,” kata Agus. 

Karenanya, sekali lagi Agus menekankan bahwa siapapun yang terlibat dalam mendesain rest area, baik pemerintah atau swasta harus memperhatikan desain.

Jika desainnya masih seperti sekarang, kata Agus, pasti akan selalu menyebabkan penumpukan kendaraan.

“Tidak ada jalan lain, selain membangun desain rest area yang kaidahnya minimal seperti rest area di KM 456, meskipun di sana tidak ada SPBU karena rest area tipe B”pungkasnya.

 

Share :

Posted in ,

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklanIKN

Berita Terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terpopuler

Share :