- Index
Rabu, 20 Mar 2024 15:14 WIB
Jakarta, Vibrasi.co–Banjir yang melanda Kabupaten Demak dan Kudus, Jawa Tengah, sejak Sabtu (16/3/2024) belum surut. Bahkan jalur pantura yang menghubungkan Demak-Kudus masih terputus, sedangkan jumlah pengungsi juga terus bertambah.
Informasi yang kami himpun di lapangan, hingga Rabu siang (20/3/2024), pukul 12.00 WIB akses transportasi di jalan-jalan utama kota Demak dan Kudus masih lumpuh karena tergenang banjir.
Ketinggian genangan air berkisar 30–70 cm di Karanganyar dan beberapa ruas dalam kota Demak. Bahkan banjir yang terjadi telah meluas hingga ke 100 desa di 11 kecamatan, termasuk Demak Kota di sekitar alun-alun hingga Kompleks Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu.
Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Kudus juga bertambah. Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Munaji mengatakan, hal itu lantaran warga mengungsi tidak hanya dari Kudus. Tetapi juga ada ribuan warga Demak yang ikut mengungsi di sini karena tempat tinggalnya tidak jauh dari Sungai Wulan terendam banjir.
“Jumlah pengungsi sekarang mencapai 5.014 jiwa yakni dari Kudus 3.041 jiwa (828 keluarga) dan dari Demak 1.973 jiwa (500 keluarga) tersebar di 29 lokasi,” kata Munaji.
Sementara genangan banjir yang merendam jalan Pantura Demak tepatnya Karanganyar sudah mulai surut. Sebelumnya banjir di jalur ini mencapai 2 meter, kini tinggal sekitar 1 meter.
Meksi begitu, jalur pantura tersebut masih belum bisa berfungsi. Kendaraan truk dari Kudus melalui ruas jalan Jepara. Petugas Basarnas pun berada di lokasi untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi.