- Regional
Jumat, 15 Mar 2024 15:37 WIB
Palembang, Vibrasi.co–Mengejar cita-cita bukanlah pekerjaan mudah. Namun cita-cita juga bukanlah sesuatu yang tidak mungkin diraih apabila kita bersungguh-sungguh mengejarnya. Pesan moral ini memperoleh contoh konkrit dari sosok pemuda bernama Prajurit Dua Muhammad Shabilla Alhaqim.
Shabilla adalah seorang anak kuli bangunan dari Bangka Barat berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI AD pada jajaran Kodam II Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.
Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Arh Saptarendra mengungkapkan, Shabilla merupakan salah satu prajurit TNI AD yang lulus menjadi Prajurit II/Swj dengan pangkat Prajurit Dua.
“Hari Rabu (13/04/2024), Shabilla dan 115 orang lainnya resmi menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prada oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Ruslan Effendy,” ujarmya.
“Kebetulan, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil ada kegiatan di Jakarta yaitu rapat di BNPB dan Kementerian Pertanian,” tambah pria lulusan Akmil 1996 itu.
Sapta menceritakan, Shabilla adalah lulusan SMK jurusan mesin. Ia pernah mengikuti seleksi dua kali, namun pada seleksi pertama gagal. Pada seleksi kedua, barulah Shabilla sukses menembus bermacam tes hingga lulus.
“Meski pernah gagal, berkah usaha yang gigih ditambah doa dan restu orang tua dia berhasil lulus seleksi dan mewujudkan cita-citanya menjadi abdi negara yaitu prajurit TNI AD,’ tandas lulusan Akmil 1996 itu.
Sapta juga menjelaskan bahwa Ayah dari Shabilla bekerja serabutan dan tidak punya penghasilan tetap.
“Ayahnya bekerja serabutan, jadi kuli bangunan dan gembala sapi di kampungnya, Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga,”pungkas Sapta. Sementara, Shabilla yang hari itu tampak bahagia karena akhirnya dilantik menjadi anggota TNI AD, menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan.
“Kami berasal dari keluarga yang sederhana menjadi keluarga abdi negara,” ujar Shabilla. Sementara ayahnya terlihat sesekali menyeka mata.
Menjadi tentara merupakan cita-cita Shabilla sejak kecil. Sosok tentara yang gagah, berani, dan tangguh memberinya inspirasi untuk masuk dunia militer.
“Karena tentara itu, gigih, tangguh dan pemberani. Sejak SD saya aktif organisasi supaya nanti terbiasa apabila ingin jadi tentara,” ujar Shabilla.
“Seperti kepramukaan jadi bekal untuk daftar tentara dan saya sejak usia 18 tahun. Saya terus memperbaiki kekurangan dan berlatih. Alhamdulillah setelah mendaftar 2 kali, saya lolos,” kata Shabilla yang masih berusia 19 tahun itu.
Sementara, Jumakir Ahmad Purwadi, ayah Shabilla menyampaikan rasa syukur keluarganya atas pelantikan anaknya sebagai abdi negara.
“Karena dari dulu, saya bercita-cita anak saya menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara, agama serta keluarga,” ujarnya.
“Alhamdulillah hari ini, hari bersejarah bagi kami karena anak kami dilantik jadi tentara,” sambung Jumakir.
Kesederhanaan Jumakir terlihat dari sepatu miliknya yang terlihat belum tersol dengan baik. Sementara jas yang ia kenakan merupakan pinjaman tetangganya.
“Semoga ke depan, menjadi inspirasi bagi yang lain, biarpun kami dari keluarga sederhana, ” pungkasnya bangga.
Posted in Regional