- Index
Sabtu, 09 Mar 2024 11:55 WIB
Jakarta, Vibrasi.co–Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta pemerintah dan maskapai penerbangan membuat panduan terperinci untuk mengidentifikasi kelelahan awak pesawat.
Seruan ini menyusul terjadinya insiden dua pilot Batik Air Indonesia yang tertidur bersamaan ketika menerbangkan pesawat ke Jakarta.
Laporan penyelidikan KNKT pada Jumat (8/3/2024) menyebutkan, insiden tidur itu terjadi 25 Januari silam. KNKT mengklasifikasinya sebagai insiden “serius” dan menyebabkan serangkaian kesalahan navigasi lantaran dua pilot itu tertidur sekitar 28 menit.
Dari hasil laporan, kedua pilot tersebut yaitu kapten dan asistennya tertidur saat mengoperasikan penerbangan ID6723 dari Kendari menuju Bandara Soetta Jakarta. Penerbangan ini memiliki waktu tempuh 2 jam 35 menit.
Saat pesawat mencapai ketinggian jelajah sekitar pukul 08:37 waktu setempat, pilot kepada awak lainnya apakah dia bisa tertidur, Co pilot membolehkannya.
Co pilot kemudian alih tugas selama 40 menit sebelum rekannya terbangun dan bertanya apakah dia ingin beristirahat. Assisten pilot menolak dan melanjutkan tugasnya.
Sekitar pukul 08:43 waktu Jakarta, Co pilot yang masih menerbangkan pesawat, melakukan kontak awal dengan menara ATC Jakarta. Perugas ATC memerintahkan agar pesawat menuju waypoint KURUS, di sebelah timur laut bandara Soetta.
Pada saat itu, pesawat A320 terbang dengan arah 250° dan berada di sebelah timur waypoint. Sekitar 1 menit setelah kontak dengan Jakarta, Co pilot “secara tidak sengaja” justru tertidur.
Pusat kendali area Jakarta menanyakan kepada kru pesawat berapa lama waktu A320 untuk terbang dengan arah saat ini, namun tidak ada jawaban dari awak pesawat.
Menara ATC pun berupaya menghubungi awak pesawat termasuk meminta pilot lain untuk menghubungi awak di pesawat A320 itu.
Sekitar 28 menit setelah asisiten pilot tertidur, pilot utama terbangun dan menyadari bahwa pesawat “tidak berada di jalur yang benar”, kata KNKT. Dia membangunkan rekannya dan merespons perintah menara ATC.
Beruntung, pesawat mendarat dengan selamat di Jakarta, tanpa ada kerusakan pada pesawat dan cedera penumpang.
Para penyelidik KNKT juga tidak menemukan adanya masalah pada sistem komunikasi pesawat. Sehingga temuan ini dikategorikan insiden yang tidak boleh terjadi lagi di dalam dunia penerbangan Tanah Air.
“Sebelum penerbangan tidak ada catatan atau laporan tentang kerusakan sistem pesawat. Setelah kejadian, sistem komunikasi radio pesawat ditemukan dalam kondisi normal,” kata KNKT.
Menurut KNKT, kru pesawat yang sama telah mengoperasikan penerbangan Jakarta-Kendari pada pagi hari yang sama. Penerbangan tersebut berlangsung pukul 02:55 waktu setempat, dengan awak pesawat wajib masuk pukul 01:25.
KNKT juga mendapat informasi bahwa Co pilot kelelahan karena bekerja penuh pada malam sebelumnya. Co pilot tersebut seorang ayah muda yang memiliki anak kembar berusia satu bulan.
Meskipun ia tidur lebih awal, namun Co pilot tersebut “harus terbangun beberapa kali untuk membantu istrinya mengurus bayi”, dan merasa bahwa “kualitas tidurnya menurun”, demikian bunyi laporan KNKT.
Dengan temuan ini KNKT meminta pemerintah dan maskapai penerbangan segera membuat panduan kebugaran awak pesawat secara terperinci. Tujuannya agar faktor kelelahan yang kemudian dapat mengganggu keselamatan penerbangan dapat diminimalisir.