AS Veto Resolusi PBB Soal Gencatan Senjata di Gaza

-
Rabu, 21 Feb 2024 10:49 WIB

No Comments

AS Veto Resolusi PBB Soal Gencatan Senjata di Gaza

Jakarta, Vibrasi.co–Amerika Serikat (AS) memveto Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang menyerukan  gencatan senjata di Jalur Gaza, Selasa, (21/2/2024) di Markas PBB New York, AS.

AS satu-satunya negara anggota DK PBB yang menolak rancangan teks resolusi buatan Aljazair tersebut.

Sementara Inggris abstain, dan 13 negara anggota DK PBB lainnya mendukung. Resolusi itu berisi seruan gencatan senjata untuk menghentikan perang yang telah menewaskan lebih dari 29.000 orang di Gaza. 

Agar resolusi Dewan Keamanan PBB berjalan, butuh setidaknya sembilan suara yang mendukung dan tidak ada veto dari salah satu dari lima anggota tetap: AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan Cina.

Duta besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, memberi alasan pihaknya memveto resolusi tersebut karena khawatir hal itu akan merusak pembicaraan soal sandera Hamas. AS mengaku sedang melakukan pembicaraaan dengan Mesir, Israel, dan Qatar soal tahanan yang disandera Hamas.

Ia juga membantah, veto tersebut adalah upaya AS menutupi rencana invasi darat Israel ke kota Rafah di Gaza Selatan. Informasi serangan darat ini sudah beredar luas,  bahkan pemerintah Israel tidak membantah adanya rencana ini. 

Di sisi lain Linda mengatakan, AS akan segera mengirimkan resolusi alternatif dalam sidang DK PBB untuk menyelesaikan konflik di Gaza/.

Sikap AS ini mendapat kecaman dari sejumlah sekutu AS. Selain Inggris yang hanya bersikap abstain, sekutu utama AS seperti Perancis mengkritik keras sikap AS ini.  

Sementara, duta besar Aljazair untuk PBB Amar Bendjama, juga menyesali keputusan veto AS. Ia menganggao situasi di Gaza sudah menjadi situasi di mana dunia internasional tidak lagi bisa berbuat pasif.

“Dewan “tidak dapat bersikap pasif” dalam menghadapi apa yang sedang terjadi di Gaza, dan bahwa diam bukanlah pilihan yang tepat,” katanya seperti dilansir Al Jazeera.

“Resolusi ini adalah sikap untuk kebenaran dan kemanusiaan, berdiri melawan para pendukung pembunuhan dan kebencian,” katanya.

Share :

Posted in

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklanIKN

Berita Terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terpopuler

Share :