Hasto Duga Ada Oknum TNI Jadi Simpatisan Prabowo

-
Selasa, 02 Jan 2024 16:42 WIB

No Comments

hasto KPK

Jakarta, Vibrasi.co–Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto memprotes keras dan menduga ada oknum TNI jadi simpatisan Prabowo dalam kasus penganiyaan tujuh relawan Ganjar oleh oknum TNI di Boyolali, Sabtu (30/12/2023) silam.

“Kami protes keras atas tindakan oknum TNI tersebut. Para oknum TNI tersebut bertindak seperti itu diduga karena ada elemen-elemen di dalam TNI yang jadi simpatisan Pak Prabowo karena sama-sama berlatar belakang militer,” kata Hasto dalam keterangan resmi, Senin (1/1/2024).

Menurut Hasto, bisa saja hal itu terjadi, apalagi tidak ada tanggapan dari Prabowo mengenai kasus ini.

“Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya tanggapan Pak Prabowo yang mengutuk aksi kekerasan tersebut,” sambung Hasto.

Hasto meminta kasus penganiayaan ini mendapat pengawalan sampai tuntas. Termasuk Panglima TNI harus turun tangan menindak bawahannya yang terlibat penganiayaan. 

Menurut Hasto, keharusan Panglima TNI turun tangan justru demi menjaga citra dan nama baik TNI/Polri dalam menjaga netralitasnya dalam menghadapi pemilu 2024.

“Nama baik TNI/POLRI itu sangat baik karena sejarahnya menjaga NKRI. Sikap partisan sebagaimana terjadi di Boyolali bisa merusak nama baik itu sehingga harus ada tindakan tegas,” tegas Hasto. 

 

BACA JUGA : Panglima TNI Buka Suara Soal Penganiayaan 7 Relawan Ganjar oleh TNI

 

Di tempat terpisah, Kadispenad  Brigjen Kristomei Sianturi, TNI AD telah melakukan penanganan terhadap kasus penganiayaan ini. 

eristiwa tersebut terjadi secara spontan karena kesalahpahaman dua belah pihak.

Kristomei menjelaskan, saat itu prajurit Yonif 408/Suhbrasta sedang bermain bola voli, terdengar suara knalpot brong yang suaranya keras sekali.

Aksi para pemuda yang kemudian diketahui adalah relawan Ganjar ini membuat kegaduhan. Kristomei bahkan menyebut, bukan warga sekitar juga terganggu dengan suara knalpot brong tersebut.

“Seketika itu beberapa anggota yang sedang bermain bola voli tersebut keluar gerbang dan menghentikan, lalu menegur pengendara motor yang menggeber knalpotnya tersebut sehingga terjadi cek-cok mulut dan berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota,” katanya.

 

Meski begitu, TNI AD tetap memberikan tindakan tegas terhadap prajuritnya. KSAD Maruli Simanjuntak bahkan telah memerintahkan jajarannya untuk menahan 15 prajurit TNI AD guna proses pemeriksaan dan penyelidikan.

“KSAD Telah memerintahkan Danyonif Raider 408/Sbh dan Denpom IV/4 Surakarta untuk menahan 15 prajurit. Mereka akan melalui pemeriksaaan, penyelidikan dan pendalaman serta melakukan proses hukum, sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Kristomei.

Sementara, Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, secara tegas menepis kabar ada korban yang meninggal dalam perisitiwa itu. 

“Saya konfirmasi ulang bahwa saat ini tidak ada korban meninggal dunia atas kasus penganiayaan oleh oknum Yonif 408/Suhbrastha,” tegas Wiweko, Minggu (31/12/2023).

Wiweko melanjutkan, korban penganiayaan ada 7 orang. Dua orang masih mendapat perawatan di RSUD Pandan Arang, Boyolal, sedangkan lima orang lainnya sudah boleh pulang.

 

Share :

Posted in ,

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklanIKN

Berita Terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terpopuler

Share :