Korban Tungku Meledak Bertambah Menjadi 18 Orang, Polisi Periksa 17 Saksi

-
Kamis, 28 Des 2023 14:44 WIB

No Comments

Korban Tungku Meledak Bertambah Menjadi 18 Orang,

Jakarta, Vibrasi.co–Korban meninggal dunia akibat ledakan tungku smelter di milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi 18 orang.

Kapolres Morowali, AKBP Suprianto, pada Rabu, (27/12/2023), mengkonfirmasi jumlah korban meninggal bertambah menjadi 18 orang. Korban bertambah enam orang yang dirawat di rumah sakit akhirnya meninggal dunia.

Sebelumnya, pada kejadian Minggu (24/12/2023) korban yang terkonfirmasi meninggal adalah 12 orang dan 23 orang luka-luka.

“Korban meninggal dunia menjadi 18 orang,” ujar Suprianto, Rabu (17/12/2023). Hasil identifikasi korban, ke-18 orang yang meninggal dunia tersebut terdiri dari 8 pekerja asal China dan 10 pekerja Indonesia.

Sementara itu, pihak Polres Morowali bersama tim gabungan dari Labfor Polda Sulsel dan penyidik Polda Sulsel masih terus melakukan penyelidikan.

BACA JUGA : Tungku Smelter PT ITSS Morowali Meledak 12 Pekerja Tewas

 

Sampai dengan Kamis, (29/12/2023), Polisi telah memeriksa 17 orang saksi dan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Suprianto menuturkan, dari olah TKP, polisi telah mengambil sejumlah sampel untuk diperiska oleh Labfor Polri. Namun Suprianto tidak menjelaskan secara rinci jenis sampel tersebut. 

“Nanti setelah itu baru keluar hasilnya,” ujarnya. 

Sementara, Irjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemenaker, Haiyani Rumondang mengatakan, PT ITSS akan mendapatkan sanksi, jika terbukti melanggar panduan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Haiyani juga menegaskan, seluruh hak-hak korban harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan UU No. 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Terpisah,  anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, juga meminta pemerintah agar menghentikan sementara semua operasional smelter perusahaan asal China tersebut sampai ada audit menyeluruh.

Sebab, menurut Mulyanto, meledaknya smelter perusahaan milik China bukanlah yang pertama kali terjadi. 

“Terlebih kecelakaan kerja di smelter milik Tiongkok bukan pertama kali terjadi, sebelumnya ledakan di smelter nikel PT GNI menewaskan 2 pekerja,” ujar Mulyanto.

Share :

Posted in

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklanIKN

Berita Terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terpopuler

Share :